Pembangunan Double Double Track Manggarai – Bekasi Mandek

Pengerjaan DDT yang mangkrak
Pengerjaan DDT yang mangkrak

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI – Pengerjaan Proyek rel ganda atau Double Double Track (DDT) jalur Manggarai – Bekasi berjalan ditempat. Hal tersebut terjadi karena lahan yang dipersiapkan untuk pembangunan fisik belum benar-benar siap.

Kepala Bagian Pertanahan pada Pemerintah Kota Bekasi Sudarsono mengaku, belum dapat melakukan eksekusi pada zona pembebasan lahan proyek DDT. Karena, dirinya masih menunggu pembayaran hak ganti rugi lahan selesai.

“Sampai sekarang belum ada surat perintah yang turun, nanti eksekusinya akan berbarengan dengan persiapan pengerjaan fisik,” terangnya kepada beritabekasi.co.id.

Dijelaskan Sudarsono, proses pembayaran hak ganti rugi hingga kini baru terselesaikan hanya 76 persen. Masih ada beberapa orang yang belum terima keputusan besaran hak ganti rugi pada lahan proyek DDT.

Lanjut Sudarsono, pengadaan tanah untuk proyek Double Double Track (DDT) Bekasi-Cikarang di Kota Bekasi seluas 2,5 hektar lebih. Proyek tesebut sekarang membutuhkan 207 bidang tanah untuk dibebaskan dari 3 kelurahan. Antara lain, Kelurahan Aren Jaya, Kelurahan Bekasi Jaya dan Kelurahan Bekasi Jaya yang berada di Kecamatan Bekasi Timur.

“Dari 3 zona yakni, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) mematok beberapa kategori penawaran harga, untuk jalan lingkungan ditawarkan Rp 1.200 ribu permeter persegi, tanah sawah (kendaraan masuk) yang ditawarkan dengan harga Rp1.100 ribu permeter persegi, tanah darat (akses kendaraan roda 4 masuk) yang ditawar dengan Rp1.400 ribu permeter persegi. Tapi, berdasarkan hasil mufakat akhirnya, P2T membayarkan harga paling tinggi sebesar Rp1.600 ribu,” paparnya.

Bahkan, sejak 2014, Pemerintah Kota Bekasi mendapat mandat dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI) guna membebaskan beberapa wilayah untuk proyek pengerjaan rel ganda atau Double-Double Track.

Daerah ini merupakan sebagian daerah kelurahan Bekasi Jaya, Kelurahan Aren Jaya, Kelurahan Aren Jaya yang berada di Bekasi Timur dan Kelurahan Duren Jaya.

Tak hanya itu, ada beberapa lahan yang siap dipasangi rel jalur kereta api DDT. Hal tersebut, karena pembebasan lahan ada yang telah dilakukan pada tahun 2002 sampai 2008. Yaitu, daerah sebagian Kelurahan Bekasi jaya hingga Duta Kranji (perbatasan dengan DKI), Bekasi Utara. Tapi, selebihnya lahan yang diperuntukan untuk membangun jalur rel ganda masih dihuni oleh warga.