PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi Bangkrut

Pengamat Anggaran Politik, Uchok Sky Khadafi.
Pengamat Anggaran Politik, Uchok Sky Khadafi.

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI – Pengamat anggaran politik Uchok Sky Khadafi menemukan kejanggalan dan keanehan dalam pengelolaan keuangan PDAM Tirta Patriot. Menurutnya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bekasi ini menuju kebangkrutan karena ada potensi pemborosan anggaran dan juga dugaan melakukan mark down dalam mengelola keuangan.

Dugaan mark down sebesar Rp 1.4 milyar berasal dari keuntungan PDAM Tirta Patriot pada tahun 2013 hanya sebesar Rp 1.6 milyar dengan air yang terjual 10.186.941 M3, sementara pada tahun 2012, air yang terjual hanya sebanyak 8.552.889 M3, tetapi keuntungannya bisa hingga mencapai Rp 3 milyar.

“Jadi, ada dugaan korupsi dalam bentuk mark down alias pengurangan pendapatan sebesar Rp 1.4 milyar. Secara logika, penjualan air yang meningkat, seharusnya dibarengi dengan keuntungan yang meningkat pula,” ujarnya kepada beritabekasi.co.id, Kamis (15/01/2015).

Selain itu lanjut Uchok, ada juga temuan pemborosan biaya administrasi PDAM pada item pendapatan usaha atau penjualan air secara total pada tahun 2013 sebesar Rp 36.2 milyar. Sementara pada tahun tahun 2012 hanya sebesar Rp 30.7 milyar, dengan akumulasi kenaikan pendapatan sebesar Rp 5.4 milyar sejak tahun 2012 ke tahun 2013.

“Pendapatan tiap tahun semakin kecil namun pengeluaran biaya administrasi semakin besar, apa namanya kalau bukan mau bangkrut,” lanjutnya.

Sebagai informasi dari pengelolaan PDAM Tirta Patriot tambah Uchok adalah kenaikan biaya administrasi dan umum. Dimana kenaikan biaya ini dari tahun 2011 ke 2012 hanya sebesar Rp 4 milyar, dan kenaikan pada tahun 2012 ke 2013 menjadi sebesar Rp 6 milyar. Penjelasannya adalah pada tahun 2011 biaya administrasi sebesar Rp 16,3 milyar dengan pendapatan usaha penjualan air sebesar Rp 24 milyar, kemudian pada tahun 2012, biaya administrasi sebesar Rp 20,3 milyar dengan pendapatan hanya sebesar Rp 30,7 milyar.

“Pada tahun 2013, biaya administrasi sebesar Rp 26,3 milyar dari pendapatan usaha sebesar Rp 36.2 milyar, biaya administrasinya naik terus, Jajaran Direksi PDAM Tirta Patriot harus dievaluasi sebelum bangkrut,” pungkasnya. (wok)