Harga BBM Turun, Pengecer Galau

bensin eceran
bensin eceran

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI – Presiden Joko widodo (Jokowi) telah menurunkan harga BBM jenis premium dan solar mulai diberlakukan Senin, 19 Januari 2015 pukul 00.00 WIB.

Harga BBM jenis premium turun menjadi Rp 6.600 per liter dari sebelumnya Rp 7.600 per liter. Sedangkan solar turun menjadi Rp 6.400 per liter, dari Rp 7.250 per liter.

Kabar tersebut diatas tentunya menjadi kabar baik bagi masyarakat, akan tetapi tidak bagi sejumlah penjual bensin eceran di Kota Bekasi atas keputusan pemerintah tersebut.

Suhardi (48), Salah satu penjual bensin eceran di Kelurahan Jati Sampurna, Bekasi Selatan menuturkan bahwa dirinya akan merugi apabila pemerintah menurunkan harga BBM jenis premium.

“Stok bensin premium di kios, saat ini masih sekitar 100 liter, dengan turunnya harga premium menjadi Rp 6.500 per liter, saya baru tahu hari ini akan ada penurunan. Kalau tahu harga BBM akan turun, saya kan tidak perlu kulakan dipastikan saya akan merugi,” keluhnya kepada beritabekasi.co.id.

Dirinya mengungkapkan stok bensin premium tersebut baru dibelinya Rabu lalu dengan harga normal yakni Rp 7.600 per liter. Jika harga bensin premium diturunkan lagi menjadi Rp 6.600 per liter, maka dirinya dipastikan merugi Rp 1.000 per liter.

“Jika bensin kembali turun pastinya saya harus menyesuaikan harga baru, jika tidak pengendara tidak akan membeli bensin dieceran,” ungkapnya.

Terpisah, Wiwid (31) menuturkan jika harga bensin kembali diturunkan pemerintah nanti, dirinya terpaksa akan menyesuaikan sesuai harga baru.

“Mau nggak mau disesuaikan, kemungkinan saya jual Rp 7.000 per liter,” jelasnya.

Hal berbeda diungkapkan penjual bensin eceran lainnya, Ahmad Subandi(45) dirinya mengungkapkan akan tetap menjual bensin dengan harga lama yakni Rp 8000 per liter.

“Saya akan tetap gunakan harga lama sampai stok habis, masalahnya kalau saya menggunakan harga baru pasti akan rugi,” pungkasnya. (ton)