Dua Anak Punk Nodong Di Angkot Saat Malam Tahun Baru Di Bekasi

Ilustrasi
Ilustrasi

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI TIMUR – Komplotan penodong di dalam angkot yang berdandan layaknya anak punk kembali melakukan aksinya. Kali ini korbannya adalah Lia Deviyanti (22) dan Leni (45) yang sedang menumpang angkutan kota (angkot) bernomor 07 jurusan Terminal Bekasi-Seroja, sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis (31/12/2014).

Lia yang menaiki angkot dari pos polisi Unisma ini mengungkapkan bahwa seorang anak punk tersebut naik saat mobil yang ditumpanginya berhenti di lampu merah Poncol Jl Hasibuan.

“Seorang anak punk naik di lampu merah Poncol kemudian langsung meminta HP ibu Leni dengan ancaman pisau kecil lalu langsung mengarahkan pisaunya ke pinggang saya dan meminta sejumlah uang, akhirnya saya kasih Rp 200 ribu,” ungkap Lia kepada beritabekasi.co.id, Kamis (1/1/2014).

Saat anak punk tersebut menodong lanjutnya, ada satu anak punk lagi yang pindah dari kursi depan ke pintu belakang untuk menutupi peristiwa penodongan yang dilakukan temannya.

“Satu anak punk lagi badannya menutupi pintu belakang, sebelumnya dia duduk di depan,” tambah alumni Fakultas Komunikasi, Sastra dan Bahasa Unisma Bekasi ini.

Setelah berhasil melakukan aksinya yang terbilang cepat itu, komplotan duo anak punk tersebut turun di lampu merah pintu air prisdo kemudian langsung berlari ke arah Jalan Ahmad Yani. Kemudian supir angkot meminta maaf ketika duo penodong itu hilang dari pandangan.

“Supir angkot sempat meminta maaf, katanya dia diancam, saya dan ibu Leni melapor ke pos polisi di lampu merah prisdo, kemudian saya langsung menumpang ojek untuk pulang ke rumah,” pungkasnya. (wok)