BPLH Kota Bekasi Akan Tingkatkan Pengawasan Terhadap Pajak Air Tanah

Kepala BPLHD Kota Bekasi Dadang Hidayat
Kepala BPLHD Kota Bekasi Dadang Hidayat

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI SELATAN – Untuk mengawasi pajak air tanah yang ada di Kota Bekasi, rencananya BPLH Kota Bekasi akan melakukan investigasi dan melakukan pendataan ulang berbagai perusahaan maupun badan jasa yang menggunakan air tanah di 12 kecamatan Kota Bekasi.

Sebelumnya Komisi C DPRD Kota Bekasi meminta kepada BPLH untuk memperketat dalam pengawasan air tanah yang digunakan oleh perusahaan di Kota Bekasi, karena dengan pajak air tanah tersebut bisa menghasilkan PAD yang sangat besar.

Kepala BPLH Kota Bekasi Dadang Hidayat mengatakan, bahwa ada 800 titik wajib pajak air tanah yang sudah terdata dan membayar pajaknya, dan pihaknya mengakui adanya kelemahan dalam proses pengawasan dan pendataan di tahun 2014 ini.

“Saya sudah peerintahkan langsung kepada staf  BPLH untuk turun ke bawah mendata mana saja perusahaan yang belum membayar pajak air tanah, dan kita sudah berkomitmen akan merapihkan dan mendata perusahaan perusahaan yang menggunakan air tanah, dan ini harus juga diluruskan BPLH hanya melakukan pengawasan saja untuk masalah pajaknya ada di bagian Dispenda Kota Bekasi,” ujarnya.

Lebih jauh Dadang menambahkan, bahwa untuk mengantispasi habisnya air tanah BPLH melakukan penanaman lobang biopori dan juga melakukan penanam pohon di wilayah gundul di Kota Bekasi, untuk bisa menahan air tanah di Kota Bekasi agar tidak habis.

“Program kita menanam biopori dan pohon itu, adalah untuk mengantisipasi kekeringan air tanah, karena dikhawatirkan banyak perusahaan yang menggunakan air tanah maka berdampak kekeringan, dan antisipasinya adalah penanaman pohon dan membuat lobang biopori,”paparnya.

Lebih lanjut Dadang menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan perusahaan wajib pajak air tanah ialah Pabrik, Mall, Hotel, Apartemen atau pun bentuk usaha lainnya yang menggunakan air tanah sebagai sumber airnya dengan kedalaman tertentu.

“800 titik pengguna air tanah yang baru terdata, semoga di tahun 2015 bisa mencapai target dan realisasi PAD dari pajak Air Tanah,” pungkasnya. (wok)