Dipecat Dari Partai Golkar, Rosihan Anwar Anggap Sebagai Kado Terindah

Musyawarah Kecamatan Luar Biasa (Muscamlub) Pimpinan Kecamatan (PK) Bekasi Timur yang digelar di rumah makan Saung Kuring, Bekasi Jaya, Jum'at (28/11/2014).
Musyawarah Kecamatan Luar Biasa (Muscamlub) Pimpinan Kecamatan (PK) Bekasi Timur yang digelar di rumah makan Saung Kuring, Bekasi Jaya, Jum’at (28/11/2014).

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI TIMUR – Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi memecat langsung Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Bekasi Timur Rosihan Anwar yang juga mantan anggota DPRD Kota Bekasi periode 2009-2014 saat Musyawarah Kecamatan Luar Biasa (Muscamlub) Bekasi Timur yang digelar di rumah makan Bambu Kuning, Bekasi Jaya, Jum’at (28/11/2014).

Dalam Muscamlub tersebut pengurus PK Partai Golkar Bekasi Timur mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Rosihan Anwar selaku Ketua PK Golkar Bekasi Timur dengan alasan selama menjabat, Rosihan Anwar tidak pernah menjalankan roda organisasi partai dan dikabarkan selalu melanggar AD/ART Partai Golkar.

Saat dikonfirmasi oleh beritabekasi.co.id, Rosihan Anwar membenarkan bahwa dirinya memang dikeluarkan dari Partai Golkar dan dipecat sebagai Ketua PK Partai Golkar Bekasi Timur dalam Muscamlub.

“Tadi pada saat Muscamlub saya mendapatkan mosi tidak percaya dari pengurus PK Partai Golkar Bekasi Timur dengan alasan selama saya menjabat selalu melanggar AD/ART Partai Golkar, dan ini sangat janggal sekali karena saya selama menjabat tidak pernah melanggar AD/ART seperti yang mereka katakan dan selalu menjalankan amanat partai,” ujarnya.

Rosihan Anwar mengaku bahwa sebelumnya dia mendapatkan Surat Keputusan (SK) bernomor 77 yang tidak berstempel dari Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi yakni Rahmat Effendi pada tanggal 20 November 2014, selanjutnya saya mendapatkan SK kembali dengan no surat 84 dengan isi yang sama namun ada stempel dari DPD Partai Golkar Kota Bekasi.

“SK itu juga aneh masa bisa keluar dua kali, dan SK yang pertama juga keluar pada sekitar bulan tanggal 20 juni kenapa baru diberikan pada tanggal 20 November 2014, dan ini sangat aneh bagi saya, tetapi mau bagaimana lagi saya hanya bisa ikhlas diperlakukan seperti ini,” ungkapnya.

Lebih jauh Rosihan berharap agar Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi jangan hanya memberikan pencerahan kemunafikan yang berujung dengan timbulnya konflik internal, dan seharusnya mengedepankan idealisme Partai Golkar bukan kemunafikan yang dikedepankan.

“Kebetulan besok saya berulang tahun, dan (pemecatan) ini adalah kado terindah dari teman, saudara dan sahabat saya Rahmat Effendi. Kado ini pun akan saya ingat hingga kapan pun, dan saya sangat berterima kasih kepada yang telah memberikan kado terindah ini kepada saya,” pungkasnya. (wok)