Walau Di “bully” Ternyata Bekasi Termacet Ke 6

Kemacetan di kota - kota besar
Kemacetan di kota – kota besar

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI SELATAN – Data Pusat Penelitian dan Pengembangan Darat Kementerian Perhubungan yang menempatkan Kota Bekasi pada peringkat ke enam kota termacet se-Indonesia dianggap terlalu berlebihan. Arus lalu lintas yang sebatas tersendat serta waktu kemacetan yang terjadi pada saat-saat tertentu yang menjadi dasar pemikiran bahwa Kota Bekasi berada diperingkat keempat itu terlalu berlebihan.

“Semestinya ada indikator jelas yang membuat Kota Bekasi pada akhirnya menduduki peringkat ke enam kota termacet. Sebab yang namanya macet itu, kendaraan berhenti total dan tidak bisa maju sama sekali. Sementara di Kota Bekasi, arus kendaraan masih mengalir meski sedikit tersendat,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kota Heri Ompusunggu, saat penertiban parkir liar di belakang BCP, Rabu (22/10/2014).

Kementerian Perhubungan Darat memeringkatkan kota-kota termacet itu melalui indikator perhitungan ‘volume to capacity ratio’. VC ratio Kota Bekasi yang menunjukkan angka 0,83 berarti pada jalan berkapasitas 10 meter persegi, ada 8,3 meter persegi volume kendaraan di dalamnya, VC ratio yang sudah melebihi batas wajar 0,7 itu dinilai sudah memasuki kondisi krusial yang berimplikasi pada kecepatan yang bisa dilajukan kendaraan menjadi rendah. Di Kota Bekasi, kecepatan rata-rata yang bisa dipacu sebesar 21,86 kilometer per jam.

Heri mengatakan, kemacetan terparah yang terjadi di Kota Bekasi sejauh ini berlokasi di sekitar pintu tol Bekasi Barat – Jalan Ahmad Yani. Itu pun hanya terjadi pada jam-jam tertentu, yakni pada pukul 5.30 WIB hingga 7.30 WIB serta pukul 17.00 WIB sampai 20.00 WIB setiap harinya.

“Namun masih bisa kami tangani karena kendaraan tidak stop total dan masih bisa bergerak. Jadi pemeringkatan itu rasanya terlalu dibesar-besarkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi Edy Setiawan menjadikan hasil pemeringkatan itu sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras agar bisa keluar dari zona kerawanan tersebut.

“Saya bersyukur Kota Bekasi tidak seburuk Jakarta, Bogor, dan Tangerang. Tapi kami tetap berusaha melaksanakan penertiban sesuai aturan untuk melancarkan lalu lintas guna menyelesaikan titik-titik kemacetan yang ada,” pungkasnya.

berikut adalah urutan VC ratio kota termacet di Indonesia:

  1. Bogor (15,32 km/jam) VC ratio 0,86
  2. DKI Jakarta (10-20 km/jam) Vc Ratio 0,85
  3. Bandung (14,3 km/jam) VC ratio 0,85
  4. Surabaya (21 km/jam) VC ratio 0,83
  5. Depok (21,4 km/jam) VC ratio 0,83
  6. Bekasi (21,86 km/m) Vc Ratio 0,83
  7. Tangerang (22 km/jam) VC Ratio 0,82
  8. Medan (23,4 km/jam) VC ratio 0,76
  9. Makassar (24,06 km/jam) VC Ratio 0,73
  10. Semarang (27 km/jam) VC Ratio 0,72
  11. Palembang (28,54 km/jam) VC ratio 0,61