Peneliti IGI : Tata Kelola di Daerah Masih Kurang Baik

 

igi_1

JAKARTA – Hasil Penelitian Indonesia Governance Index (IGI) menemukan adanya tata kelola daerah yang kurang baik. Pasalnya, banyak urusan penting yang dapat mempengaruhi keseluruhan kinerja daerah, namun masih bergantung pada kebijakan pusat.

Temuan tersebut dijelaskan Peneliti Utama IGI, Lenny Hidayat saat ditemui di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (14/10/2014).

“Tata kelola di daerah-daerah masih kurang baik. nilai yang bagus itu sekitar 7,8 ke atas,” terang Lenny.

Lanjut Lenny, nilai paling tinggi terhadap tata kelola dan pembangunan daerah yaitu kota Yogyakarta dengan nilai 6,85 dari skala maksimal 10. Kota Yogyakarta memiliki belanja aparatur dua kali lipat dari belanja program.

menurut Lenny, jika dengan melipatgandakan operasional terbukti bisa membawa perubahan lebih baik, harusnya Yogya bisa memperoleh nilai yang lebih tinggi. Tapi nilai operasional tinggi, belum bisa menjamin akan mendapatkan pencapaian yang tinggi

“Misalnya kita ambil contoh di Kabupaten Siak. Siak berada di posisi ke-5 pada indeks tata kelola 34 kabupaten/kota. Dimana, sebuah daerah yang dapat mengelola sendiri daerahnya, dapat membuat operasional tidak membengkak dan alokasi untuk pemerataan kesejahteraan secara rill”, ungkapnya.

Dalam memberikan peringkat, IGI melihat aspek pemerintahan, birokrasi, masyarakat sipil, dan masyarakat ekonomi. Beberapa hal yang dilihat dari prinsip partisipasi, akuntabilitas, transparansi, efisiensi, efektivitas, dan keadilan.

Berikut hasil indeks tata kelola IGI tahun 2014 di 34 Kabupaten/Kota:
1. Kota Yogya, DIY (6,85)
2. Kota Semarang, Jateng (6,30)
3. Kab. Gunung Kidul, DIY (6,09)
4. Kab. Banda Aceh, Aceh (6,08)
5. Kab. Siak, Riau (5,92)
6. Kab. Ogan K.Ulu, Sumsel (5,59)
7. Kab. Tanah Datar, Sumbar (5,25)
8. Kab. Bitung, Sulut (5,24)
9. Balikpapan, Kaltim (5,04)
10. Kab. Karangasem, Bali (5,01)
11. Kab. Lombok Utara, NTB (4,99)
12. Kota Ambon, Maluku (4,93)
13. Kota Ternate, Malut (4,90)
14. Kab. Tanjung Jabung Timur, Jambi (4,89)
15. Kota Tarakan, Kaltara (4,87)
16. Kab. Mamuju, Sulbar (4,84)
17. Kab. Timor Tengah Utara, NTT (4,75)
18. Kota Pontianak, Kalbar (4,74)
19. Kab. Bangka Selatan, Babel (4,71)
20. Kab. Enrekang, Sulsel (4,69)
21. Kota Tanjung Pinang, Kepri (4,66)
22. Kab. Lampung Barat, Lampung (4,64)
23. Kab. Indramayu, Jabar (4,62)
24. Kota Tangerang Selatan, Banten (4,59)
25. Kab. Banjar, Kalsel (4,53)
26. Kab. Kolaka, Sultra (4,52)
27. Kab. Gorontalo, Gorontalo (4,50)
28. Kab. Sigi, Sulteng (4,36)
29. Kab. Deli Serdang, Sumut (4,27)
30. Kab. Sampang, Jatim (4,02)
31. Kab. Pulang Pisau, Kalteng (3,99)
32. Kab. Manokwari, Papua Barat (3,94)
33. Kota Jayapura, Papua (3.93)
34. Kab. Seluma, Bengkulu (Datanya tidak dapat diakses)

Sumber :www.tribunnews.com