Jangan Lawan “Bully” Dengan Primordialis Sektarian

Anggota DPRD Kota Bekasi, Ronny Hermawan.
Anggota DPRD Kota Bekasi asal Partai Demokrat, Ronny Hermawan.

Belakangan muncul meme terbaru yang isinya kebanggaan sebagai warga kota bekasi, saya sependapat, sebagai anggota DPRD kota Bekasi dan juga putra daerah kota Bekasi saya pun harus membangkitkan rasa bangga sebagai warga kota Bekasi dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Kota Bekasi adalah kampung halaman yang wajib dijaga dan dibangun dengan keikhlasan serta ketulusan sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada warga Kota Bekasi yang membayar pajak dan retribusi.

Kepercayaan warga pembayar pajak patut diimplementasikan dalam bentuk pengelolaan keuangan dan belanja publik yang dikelola dengan transparan, jujur dan dapat dipertanggung jawabkan setiap sen uang rakyat yang digunakan.

Namun momentum ini jika dijadikan upaya perlawanan dengan membangkitkan rasa kedaerahan membuta (primordial sektarian ) dan sempit, adalah bentuk jawaban yg ngawur dari “bully” yang terjadi beberapa hari belakangan ini, bahkan sampai ada meme terbaru yang mengatakan kalau tidak suka tinggalkan saja Kota Bekasi.

Sentimen tersebut semakin ngawur dan malahan kalo tidak diingatkan akan menjadi bibit referendum memisahkan diri dari NKRI. Kita adalah orang Indonesia yang tinggal di Kota Bekasi sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI, jangan dibalik dengan kita adalah orang Bekasi yang kebetulan ada di Indonesia.

Saya berharap, sentimen negatif tersebut segera dihentikan, toh “bully” dalam bentuk meme itu saya yakin sebagai “akumulasi” dari persoalan publik yang berproses sejak lama, yang memang harus dijawab dengan kinerja pemerintah daerah yang bekerja sama dengan warga kota nya.

Segala problema perkotaan menurut saya relatif serupa, problem Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bandung, Kota Surabaya, Kota Bangkok, Kota Kuala Lumpur dan seterusnya hampir serupa yakni kemacetan, penghijauan kota, banjir, sampah, jalan berlubang, kriminalitas, transportasi dalam kota dan lain – lain. Yang membedakan adalah respon pemerintah lokal dan warganya dalam menyikapi problem kota tersebut. Semoga pihak yang merasa terganggu dengan kehadiran meme tersebut dapat menahan diri dan mencoba bijak saja dalam menyikapinya, kita semua menaruh harapan akan pelayanan publik.