Terapi Tertawa, Cara Efektif Kurangi Risiko Pikun

terapi-tertawa

Cara unik yang dilakukan sebuah kelompok nenek-nenek usia 70an hingga 80an tahun di Melbourne, Australia.Cara itu digunakan oleh kelas yoga yang didirikan Dr Madan Kataria yang menerapkan terapi ketawa bagi pesertanya. Pesertanya para kakek-nenek yang sudah lanjut usia yang secara rutin bertemu.

Menurut Dr Madan Kataria, manfaat kesehatan dari ketawa sudah terbukti, dan bahkan jika seseorang pura-pura ketawa pun akan membri manfaat kesehatan bagi tubuhnya.

Instruktur kelompok yoga ini, Carolyn Nicholson menjelaskan, sejak menerapkan terapi ketawa sekitar 10 tahun lalu, ia merasakan tubuhnya semakin sehat.

“Menurut penelitian Dr Madan Kataria, tubuh manusia tidak mampu membedakan antara ketawa palsu dan ketawa yang sebenarnya,” kata Nicholson. “Bahkan saat kita melafazkan hohoho…hahahaha… saja, tubuh kita akan menerimanya sebagai ketawa yang sebenarnya.”

Dari pengalamannya sebagai instruktur yoga ini, Nicholson mendapati betapa orang ketawa karena hal-hal sepele.

Hal itu pula yang dilansir oleh Detiknews,sekitar 40 kakek-nenek yang untuk pertama kalinya ikut kelas yoga ketawa, sebagai bagian ari Victorian Seniors Festival di Melbourne.

Mulanya peserta diminta bergumam hohoho…hahaha… lalu bergerak pelan-pelan hingga tercipta suasana rileks. Ketika peserta diminta bergerak mendekati satu sama lain dan saling berjabat tangan sembari seakan-akan terkena setrum arus listrik, tawa pun pecah membahana seketika itu juga.

Peserta kemudian diminta saling memunggungi satu sama lain dan mencoba untuk tertawa sekeras-kerasnya.

“Awalnya saya pikir ini apaan,” kata Nicholson. “Tapi otak kita hanya otot yang sama dengan otot lainnya. Sekali kita tertawa, meskipun palsu, kita melatih tubuh terbiasa untuk tertawa, sama seperti ketika kita kanak-kanak, bisa tertawa untuk semua hal.”

“Ketika ketawa, tubuh kita memproduksi zat-zat endhorphins dan zat kimiawi lainnya yang membantu mengatasi stress, rasa sakit, termasuk membantu mencegah penyakit pikun,” jelasnya.

Salah seorang peserta Allison Gould mengaku, selama terapi ini ia merasa dirinya kembali seperti saat ia berusia 6 tahun.

Peserta lainnya Aileen Erikson, mengakui hal yang sama. “Saya merasa muda kembali,” tutur nenek berusia 89 tahun ini. (detiknews)