Kemenpera Gelar Pameran Rumah Rakyat Expo 2014 di Bekasi Junction

Staf Ahli Kemenpera, Arief Setiabudi beserta Wakil Walikota Bekasi, H Ahmad Syaikhu bersalaman sesaat setelah membuka Pameran Rumah Rakyat Expo 2014 di Bekasi Junction, Kamis (25/09/2014).
Staf Ahli Kemenpera, Arief Setiabudi beserta Wakil Walikota Bekasi, H Ahmad Syaikhu bersalaman sesaat setelah membuka Pameran Rumah Rakyat Expo 2014 di Bekasi Junction, Kamis (25/09/2014).

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI TIMUR – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melalui Pusat Pembiayaan Perumahan (PPP) menggelar Pameran Perumahan “Rumah Rakyat Expo” mulai 25 September- 3 Oktober 2014 di Mall Bekasi Junction Kota Bekasi dengan menggandeng 40 pengembang perumahan.  Kemenpera menunjuk Kota Bekasi menjadi salah satu kota dari 11 kota besar di Indonesia untuk mengadakan pameran rumah rakyat yang bertemakan “Rumah Rakyat, Solusi Tempat Tinggal yang Layak Huni dan Terjangkau”.

Pemeran tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Menteri Perumahan Rakyat, Arief Setiabudi yang saat itu didampingi Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu dan Direktur Utama Pusat Pembiayaan Perumahan (PPP) Budi Hartono, Kamis, (29/09/2014).

Dikatakan Arief, Kota Bekasi menjadi kota kedua setelah Jakarta yang menjadi tempat digelarnya Pameran Rumah Rakyat Expo 2014. Animo masyarakat pada pemeran di Jakarta menurutnya sangat tinggi dihitung dari jumlah pengunjung mencapai 100 ribu sejak 3-7 September 2014.

“Dalam lima hari terhitung 5000-an transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp 613 miliar. Ini menunjukan warga masyarakat sangat membutuhkan rumah tinggal apalagi dibantu program pemerintah berupa KPR bersubsidi di pameran kali ini,” ucap Arief Setiabudi.

Arief melanjutkan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR-FLPP) ini program pemerintah pro rakyat dalam bentuk bantuan pembiayaan dari pemerintah melalui bank pelaksana dengan sasaran masyarakat yang berpenghasilan rendah. Kemenpera lanjut Arief, perlu melakukan program melalui KPR-FLPP ini sebab berdasarkan data sensus 2010 sebanyak 13,6 juta rumah tangga belum memiliki rumah tinggal. Dan data tersebut meningkat diperkirakan hingga mencapai 15 juta rumah tangga.

“Oleh karena itu KPR-FLPP  memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam kepemilikan rumah sejahtera bagi masyarakat dengan bunga rendah 7,25 persen dan tetap selama masa tenor sampai 20 tahun. Jumlah angsuran pun ringan, uang muka ringan, bebas PPN dan bebas premi asuransi,” ungkap Arief.

Dan terhitung sejak diluncurkannya KPR-FLPP mulai Oktober 2010 hingga saat ini, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menikmati program pemerintah hingga sebanyak 309.900 unit rumah senilai Rp 13,3 triliun

Sementara itu, Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Perumahan Rakyat yang telah dua kali menggelar pameran Rumah Rakyat Expo di Kota Bekasi pada tahun 2013 dan 2014. Ia pun berharap respon positif warga masyarakat terhadap kegiatan pameran rumah yang digelar hingga 3 Oktober 2014.

“Pameran perumahan ini menjadi momen penting bagi warga masyarakat Kota Bekasi dan sekitarnya untuk tumbuh dan berkembang dari segi kebutuhan rumah yang layak dan memadai. Mudah-mudahan acara ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon positif warga Bekasi dan sekitarnya yang membutuhkan,” ungkap Ahmad Syaikhu.

Usai Pameran perumahan rakyat ini dibuka secara resmi, terlihat sejumlah warga Kota Bekasi langsung mengunjungi stand-stand perumahan yang telah disediakan panitia. (goeng)