Limbah Siapa Yang Mencemari Air Kalimalang

Air Kalimalang Bekasi yang menghitam, Selasa (30/09/2014)
Air Kalimalang Bekasi yang menghitam, Selasa (30/09/2014)

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI SELATAN – Kali malang yang terletak di Jalan KH. Noer Ali menghitam membuat warga yang tinggal di bantaran kali tersebut sempat khawatir, pasalnya air kali malang tersebut berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu pernapasan warga.

Air kali malang tersebut berubah menjadi hitam pekat terjadi pada pukul 07.00 wib hingga pukul 09.00 wib, seluruh warga kaget melihat air kali malang tersebut menjadi hitam dan bau, karena tidak seperti biasanya kali malang airnya menjadi hitam dan bau bahkan sejumlah ikan yang berada di kali malang tersebut mengambang karena airnya hitam.

“Pukul 08.30 wib ketika pulang kerja malam, saya berada di sekitar perempatan MM untuk menunggu angkot setelah diantar bis jemputan, tiba-tiba tercium bau yang tidak sedap, setelah saya telusuri ternyata berasal dari Kali malang yang sudah berwarna hitam pekat,” ujar Ihsan (38) yang bekerja disebuah pabrik di kawasan Cikarang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Bekasi Dadang Hidayat mengatakan, Kalimalang sudah berubah-ubah warna sejak pekan lalu.

“Kami sudah mengamati sejak Senin pekan lalu, air Kali Bekasi memang berubah-ubah warnanya. Paling parah memang ketahuan tadi pagi, warnanya hitam pekat. Kami meyakini menghitamnya kalimalang juga bersumber dari aliran Kali Bekasi,” ungkapnya.

Dijelaskan Dadang, pihaknya saat ini telah mengambil sample air Kali Bekasi terkait adanya perubahan warna air di aliran Kalimalang. Ada lima titik pengambilan sample, diantaranya adalah di Bendung Kali Bekasi, Jembatan Jalan Cut Meutia, Jembatan Kemang Pratama, Jembatan Bojongmenteng, dan di perbatasan Kota Bekasi – Kabupaten Bogor.

“Kami sudah mengambil sampel air Kali Bekasi itu di lima titik. Dan saat ini sedang diteliti di laboratorium untuk memastikan parameter apa yang telah melebihi ambang batas. Dugaan awal kami, parameter yang melebihi ambang batas adalah zat besi dan mangaan,” pungkasnya. (wok)