Piala Dunia, Momen Mencetak Uang Para Penjudi Online

Ilustrasi Judi Online
Ilustrasi

BERITABEKASI.CO.ID, BEKASI TIMUR – Demam piala dunia oleh sebagian kalangan di berbagai pelosok, dijadikan sebagai momen mencetak uang lewat taruhan. Dan yang paling digemari saat ini adalah memasang taruhan lewat judi online.

Di wilayah Narogong, Bekasi Timur misalnya, banyak anak-anak usia tanggung yang masih asik berada di sejumlah warnet, meskipun waktu sudah menunjukkan tengah malam. Mereka melakukan transaksi dengan memasang taruhan bola, di putaran 16 besar piala dunia.

Menurut keterangan Ricky, salah seorang penggemar judi online, dirinya ketagihan memasang taruhan karena selama satu minggu kemarin, ia berhasil memenangkan Rp 500ribu. Selain itu, kebiasaan menghabiskan waktu di warnet, juga dilakukannya untuk mengisi hari libur menjelang ramadhan.

“Padahal waktu itu yang saya pasang cuma Rp 5ribu, untuk paket seminggu. Itu lebih hemat dan resiko kalahnya juga lebih kecil,” katanya.

Senada dengan Ricky, Aryo yang juga penggemar judi online mengatakan, dirinya lebih menyukai pasangan yang besar pada laga kesebelasan ternama. Karena jika ikut dalam satuan, maka hasil yang didapat pun akan lebih besar. “Seperti kemarin saya pasang Belanda dan saya pun menang Rp 5juta,” ujar Aryo.

Aryo mengaku, agar lebih aman untuk memasang taruhan, dirinya menaruh uang di rekening. Setelah melakukan verifikasi melalui online, ia pun mendapatkan nomor pin untuk bisa masuk ke situs tersebut. Dengan begitu, barulah ia aman bertransaksi di judi online.

Sementara itu di wilayah Pengasinan Bekasi Timur, banyak pula ABG yang melakukan judi poker online di sejumlah warnet. Salah seorang diantaranya, Hanif mengatakan, selain hobi, permainan ini juga dijadikan ajang mencari uang.

Hanif mengaku, chip poker yang bernilai tinggi bisa ditukar dengan uang. Misalnya untuk chip sebesar Rp 1miliar bisa ditukar dengan uang tunai Rp 20ribu. Para pemain poker online biasanya membutuhkan chip tersebut untuk bermain.

“Kalau pemain baru biasanya chipnya cuma sedikit, makanya mereka lebih memilih beli,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Sagi menegaskan, terkait hal tersebut pihaknya akan melakukan razia di sejumlah warnet, yang diduga menjadi ajang perjudian online.

“Kami akan perketat pengawasan di wilayah kami, dan melakukan razia di sejumlah tempat. Terlebih menyambut ramadan ini, segala bentuk kemaksiatan dan perjudian harus secepatnya ditutup,” kata mantan Itwasda Polda Metro Jaya itu kepada beritabekasi.co.id, saat dihubungi melalui seluler, Jumat (27/06/2014).

[wok]