Harga Kebutuhan Pokok di Bekasi Naik Hingga Rp 4000

Ilustrasi
Ilustrasi

BERITABEKASI.CO.ID, KOTA BEKASI – Dinas Perekonomian Rakyat (DISPERA) Kota Bekasi pantau kenaikan harga sembako di tiga pasar jelang bulan Ramadhan. Kepala Dispera Kota Bekasi, Cecep Suherlan Mengatakan berdasarkan pantauan di Pasar Baru, Pasar Kranji dan Pasar Bantargebang harga masih cukup stabil menjelang bulan Ramadhan. “Persediaan sembako juga cukup, saya berpesan agar pemasok menentukan harga – harga bahan makanan dengan wajar.” ujarnya.

Dispera, akan menggandeng Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (DISPERINDAGKOP) untuk menggelar operasi pasar pada bulan Ramadhan untuk menekan harga kebutuhan pokok yang di prediksi akan terus merangkak naik. Dispera juga memasang harga-harga bahan pokok di running text setiap harinya sebagai kontrol bagi warga masyarakat dan para pedagang.

Dari hasil pantauan beritabekasi.co.id menunjukkan sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga di antaranya beras jenis IR satu karung ukuran 50 kilogram dari Rp. 245.000 menjadi Rp. 265.000. Harga daging ayam boiler dari Rp. 26.000 naik menjadi Rp. 28.000 per kilogram. Sedangkan, harga daging sapi masih bertahan Rp. 90.000. “Kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak sepekan terakhir,” ujar Adriawan (31) pedagang sembako Pasar Baru.

Harga telur ayam pun mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp. 16.000 per kilogram, kini menjadi Rp. 18.500 per kilogram. Menurut dia, bawang merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp. 32.000 dari harga sebelumnya Rp. 28.000. Sedangkan, kemiri dari harga Rp. 25.000 naik menjadi Rp. 30.000. Harga yang hingga saat ini masih normal,  adalah bawang putih seharga Rp. 15.000 per kilogram, minyak curah Rp. 9.500 per kilogram dan gula pasir Rp. 12.500 per kilogram. “Prediksi telur yang akan terus mengalami kenaikan, sebab permintaan konsumen terus meningkat menjelang puasa ini,” pungkasnya. (wok)