Pupuk Langka, Petani di Kabupaten Bekasi Frustasi

Ilustrasi
Ilustrasi

BERITABEKASI.CO.ID, Sukatani – Ratusan petani dan pemilik kios pupuk di Kabupaten Bekasi, bingung bahkan frustasi lantaran langkanya pupuk subsidi jenis NPK Phonska dan SP 36. Akibatnya, masa tanam palawija dan padi terancam tertunda.

“Beberapa petani sudah bulak-balik, bahkan ngomel-ngomel pesanan pupuknya yang mau mereka pakai belum ada juga dikirim pihak distributor ke kios saya,” ujar salah satu pelayan kios di Kecamatan Sukatani.
Hal senada diungkapkan oleh salah satu petani padi, Sukardi (45) warga kampung Gandu, Desa Sukadarma Kecamatan Sukatani, harus menelan kekecewaanya. Semua stok di kios tidak ditemukan barang jenis pupuk Subsidi NPK Phonska dan SP 36, malah yang banyak justru pupuk Urea dari PT Kujang untuk pemupukan padi miliknya yang baru berumur sekitar 30 hari paska tanam, yang kini sedang membutuhkan pemupukan agar cepat mengeluarkan butir padinya. “Kami binggung dan kecewa hampir setiap kios pupuk itu barangnya langka, bahkan yang ada banyak justru jenis Urea saja,” katanya dengan nada kesal.

Ketua KTNA Kecamatan Sukatani, Burhandudin mengatakan, langkanya pupuk subsidi Phonksa dan SP 36 di beberapa kios di Sukatani membuat para petani frustasi, karena tidak mungkin kalau pemupukan selalu mengandalkan Pupuk Urea saja, karena dengan adanya Pupuk NPK dan SP 36 untuk menstabilkan unsur harga secara berimbang, sehingga bisa menghasilkan bulir buah yang bagus, performe tanaman kokoh dan daun yang hijau kekar.Ia berharap pemerintah pusat hingga daerah dapat turun tangan terhadap langkanya pupuk subsidi Phonska dan SP 36 ini, agar para petani tidak resah dengan semakin langkanya pupuk tersebut.  “Ya kalau dihajar Urea saja nanti justu yang gembel hanya daunnya saja, dan rentan terhadap serangan hama dan penyakit di tanaman, paparnya. Ia berharap pemerintah pusat hingga daerah dapat turun tangan terhadap langkanya pupuk subsidi Phonska dan SP 36 ini, agar para petani tidak resah dengan semakin langkanya pupuk tersebut.