Rekontruksi Mayat Tanpa Kepala WN Korea

Kota Bekasi,  Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil menangkap satu tersangka pembunuhan Kim (51), wanita asal WN Korea yang mayatnya ditemukan tanpa kepala di Kampung Sela, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

 

 

 

Pelaku yang berinisial A itu ditangkap petugas di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Paska penangkapan itu, tim gabungan Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya, Polres Bekasi, dan Polres Cianjur langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pra rekonstruksi.

Kegiatan itu dilaksanakan di Perumahan Kemang Pratama 2, Blok AP Nomor 23, RT 2/RW 12, Bojongmenteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa 25 Maret 2014. Rumah tersebut diduga sebagai tempat eksekusi pembunuhan.

 

Sebuah mobil Inafis Identifikasi Forensik Polda Jabar warna oranye, terparkir di depan TKP. Selain itu, rumah dikelilingi garis polisi dan dijaga petugas berseragam lengkap.

Rumah yang dikontrak Kim selama dua tahun terakhir itu tampak kosong dan terkunci.

 

Baru tinggal 2 tahun

Salah satu tetangga Kim, Dwi (35) mengaku tidak begitu mengenal korban. Pegawai Kemenkeu itu hanya tahu Kim baru tinggal dua tahun di sana.

“Tante (Kim) ngontrak rumah di sini. Orangnya jarang keluar, tapi dia baik. Kalau ada tetangga pasti suka menegur, meskipun bahasa Indonesia nya terbata-bata,” kata Dwi.

Sepengetahuan Dwi, Kim tinggal seorang diri di rumah tersebut. “Ya saya hanya ketemu dia kalau pas mau kerja, sama pas pulang kerja. Saya juga sibuk soalnya,” kata Dwi yang sudah sembilan tahun tinggal di Kemang Pratama 2.

Sesekali, imbuhnya, Kim dijemput sopir pribadi. Sayangnya, Dwi tidak tahu dimana Kim bekerja.

“Selama dua tahun tinggal di sini. Tante jarang dikunjungi. Saya hanya lihat akhir pekan kemarin sekitar pukul 07.00 WIB, ada orang laki-laki Korea yang jemput dia. Sepertinya kakak atau saudara dia,” katanya.

Dwi baru tahu rumah Kim dijadikan lokasi pembunuhan sejak hari Senin malam kemarin. Sebelumnya, ada orang yang mengaku kakak korban sempat mencari Kim yang menghilang.

“Beberapa hari lalu, pembantu saya dikasih nomor telepon kakaknya. Katanya tante enggakbisa dihubungi selama tiga hari terakhir,” tambahnya.