Ekspor Otomotif Capai 200.000 Unit

Sepanjang tahun 2014, diperkirakan ekspor otomotif mencapai 200.000 unit.

KARAWANG – Menteri Perindustrian M.S. Hidayat menyatakan peningkatan volume ekspor otomotif selayaknya berbanding lurus dengan perbaikan daya saing industri otomotif. Sepanjang tahun ini, kementerian memperkirakan ekspor otomotif mencapai 200.000 unit.

“Kendaraan utuh sekarang diekspor ke 70 negara. Pada 2012 jumlahnya 125.000 unit menjadi sekitar 170.000 unit tahun lalu dan tahun ini akan terus meningkat,” katanya di Karawang, Rabu (26/3).

Selain mengekspor kendaraan bermotor secara utuh ada pula produk terurai (complete knock down/CKD). Jumlahnya diyakini menyentuh kisaran 110.000 unit dari 105.000 unit pada tahun lalu dan 100.000 unit selama 2012.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi menyatakan jika target ekspor kendaraan utuh dan terurai tercapai bakal menghasilkan US$4,5 miliar. “Pada 2016 diperkkirakan volume ekspor utuh mencapai 300.000 hingga 400.000 unit,” ucapnya.

Dari segi motorisasi sebetulnya RI tertinggal dengan rasio di antara 1.000 orang hanya 40 yang memiliki mobil. Di Jepang rasionya mencapai 580 orang dan Thailand mencapai 128 orang. Tapi, dengan rasio motorisasi yang kecil saja RI sudah kelabakan menghadapi masalah kemacetan.