Soal THR Sutan Bhatoegana, KPK Geledah DPR

JAKARTA, – Selain ruang sekretariat Komisi VII, masing-masing ruang kerja dua anggota dan Ketua Komisi VII DPR RI, Kamis (16/1) juga digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ironisnya, saa disambangi KPK, ruang rapat Komisi VII tampak kosong. Penggeledahan dilakukan menyoal tunjangan hari raya (THR) untuk Sutan Bhatoegana.

Tak berbeda dengan komisi lainnya, hampir setiap hari Komisi VII DPR menggelar rapat. Terkadang rapat internal, juga sesekali raker dengan mitra kerja. Dari tiga anggota Komisi VII yang ruangannya digeledah KPK, cuma satu yang berani menampakkan batang hidungnya, yaiitu Politisi Partai Demokrat Tri Yulianto. “Saya memberikan kesempatan saja pada KPK untuk menggeledah ruangan saya,” ujar Tri seusai KPK keluar dari ruangannya, di lantai 10, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Sepengamatan Bekasi Ekspres News, Tri memang tampak menemani ketika KPK menggeledah ruangannya. Dua anggota DPR lain yang digeledah KPK yakni Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana dari Fraksi PD dan Wakil Ketua Komisi VII Zainuddin Amali dari Fraksi Golkar.

 

Terkait hal ini, Sutan Bhatoegana sebenarnya juga mempersilakan KPK menggeledah ruangannya. Namun Sutan tak ada di ruangan. “Saya nggak tahu, tapi kalau mau digeledah silakan saja,” kata Sutan saat dihubungi wartawan. Dirinya menyebutkan sedang dalam perjalanan menuju DPR.

Tetapi setelah hampir empat jam ruangannya digeledah pria yang dikenal dengan seloroh ‘ngeri-ngeri sedap’ ini belum juga tampak di DPR. “Saya lagi on the way,” terangnya. Usai itu, Sutan malah tak lagi mengangkat telepon saat dihubungi media.

Sementara itu, selama proses melakukan penggeledahan di ruang sekretariat FPD di lantai 9 Gedung Nusantara I DPR, KPK mengumpulkan belasan ponsel milik para staf sekretariat fraksi partai berlambang Mercy tersebut.

Handphone berbagai merek diantaranya BlackBerry, Nokia dan lainnya dengan beraneka warna itu ditaruh di atas meja di ruang Sekretariat FPD di lantai 9, Gedung Nusantara I DPR. Sejumlah barang yang diamankan itu dibungkus dalam tas plastik transparan.

Para penyidik yang mengenakan masker dan rompi KPK masih terus melakukan penggeledahan. Para staf FPD DPR tampak membantu KPK membongkar berkas. Memang semua staf tetap di dalam ruangan selama penggeledahan berlangsung.

Selain menggeledah ruangan ini, KPK juga sudah menggeledah 3 ruang anggota Komisi VII DPR yakni Tri Yulianto, ruang kerja dan rumah Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana dan Wakil Ketua Komisi VII DPR Zainudin Amali. Aksi geledah ini dilakukan oleh KPK guna pengembangan kasus suap di lingkungan SKK Migas. Dalam persidangan, eks kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini menyebut ada THR sebesar USD 200 ribu untuk Sutan Bhatoegana.